Selasa, 19 Februari 2013

Heat Exchanger (HE)

 Di industri-industri kimia banyak memanfaatkan heat exchanger utk pertukaran panas, dan yg sering digunakan adalah 2 tipe dibawah ini :

      1. STHE (Shell and Tube Heat Exchanger)
adalah penukar panas yang terdiri dari bagian luar (shell) dan bagian dalam (tube)

Karakteristik :
  • Luas perpindahan panas > 120 ft2
  • Utk kapasitas aliran besar
  • Perawatan mudah
  • Efisien tempat
  • Dapat digunakan utk range suhu yg besar (-100 C sd 600 C)
  • Dapat digunakan utk tekanan besar, (shell 300 bar dan tube 1400 bar)
STHE
       2. DPHE (Double Pipe Heat Exchanger)
adalah alat penukar panas yg terdiri dari 2 pipa (annulus = luar dan inner pipe = dalam)

Karakteristik :
  • Digunakan utk kapasitas aliran kecil
  • Luas perpindahan panas < 120 ft2 
  • Boros tempat
  • Sulit pembersihan
DPHE

Istilah-istilah yg sering muncul pada perancangan heat exchanger (HE) :
  • Fouling factor (Rd), tingkat kekotoran dari HE, digunakan utk menghitung efisiensi alat dari tahun ke tahun and pada STHE utk pembersihan tube per satu-satu shg alat tetap bisa bekerja. Rd > Rd ketetapan maka over desain dan Rd < Rd ketetapan maka under desain
  • Baffle, penghalang aliran pada DPHE shg aliran dari pipa luar lebih lama kontak dengan aliran bagian dalam
  • Uc, tahanan panas dalam keadaan bersih
  • Ud, tahanan panas dalam keadaan kotor
  • Pressure Drop (ΔP), penurunan tekanan karena aliran fluida. Utk liquid max 10 psi dan gas 2 psi
  • Co-Current, aliran antar fluida searah
  • Counter-Current, aliran antar fluida berlawanan arah
Alasan fluida ditempatkan pada pipa bagian dalam adalah
  • Fluida yg mudah menguap dan mahal harganya
  • Fluida panas, karena kalau diletakkan di bagian dalam lebih rendah heat loss-nya
  • Fluida dg laju alir yg besar, karena kalau didalam alat tdk goyang
  • Pada STHE, fluida mudah mengendap, jadi kalau diletakkan di tube akan mudah pembersihannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar