Selasa, 05 Maret 2013

Esterifikasi Etil Asetat


Suatu ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus –CO2R dengan R dapat berbentuk alkyl maupun aril. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut reaksi esterifikasi. Esterifikasi berkatalikan asam dan merupakan reaksi yang reversible. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Kuat asam dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukan ester.
Kereaktifan alkohol terhadap esterifikasi
ROH tersier       ROH sekunder          ROH primer         CH3OH
Makin ke kanan bertambah kereaktifannya
Kereaktifan asam karboksilat terhadap esterifikasi
R3CCO2H          R2CHCO2H              RCH2CO2H        CH3CO2H          HCO2H
Makin ke kanan bertambah kereaktifannya
(Fessenden & Fessenden, 1990).
Esterifikasi langsung adalah suatu reaksi adisi nukleofilik dari suatu alkohol terhadap asam karboksilat dengan katalis asam. Reaksinya melibatkan mekanisme 1) protonasi terhadap asam karboksilat; 2) adisi alkohol dan pemindahan proton ke gugus hidroksil; 3) eliminasi air dan deprotonasi (Wilcox & Wilcox, 1995).
Beberapa hal yang penting dalam proses esterifikasi:
· Reflux
· Destilasi
Dalam reaksi esterifikasi dilakukan reflux. Reflux adalah suatu proses pemanasan berulang yang dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi, sehingga reaksi berjalan kea rah produk, dimana terjadi proses kondensasi yang dapat meningkatkan energi kinetic dengan adanya tumbukan antar partikel (Anonim, 2007).
Destilasi adalah salah satu cara untuk mengisolasi suatu senyawa organic yang terdapat pada suatu campuran dari dua larutan. Umumnya destilasi menyangkut pemisahan cairan dimana perbedaaan tekanan uap diambil sebagai keuntungan untuk memisahkan materi tersebut (Debbing, 1987).
Reaksi esterifikasi dapat juga terjadi antara suatu alkohol dengan alkyl halide ataupun dengan suatu anhidrida. Ester dari alkohol tersier dapat juga dihasilkan dengan menggunakan reagen grignard. Ester juga dapat dibuat dengan mereaksikan suatu garam perak dengan alkyl halide dalam larutan etanolik. Esterifikasi dapat juga dihasilkan dengan cara melewatkan campuran uap asam ke dalam alkohol dengan katalis oksida logam pada temperature 300­­­­oC (Anonim, 2007).
Etil asetat memiliki banyak kegunaan seperti pengaroma buah dan pemberi rasa seperti untuk es krim, kue, kopi, teh atau juga untuk parfum. Rumus formula etil asetat adalah C4H8O2 dan tidak berwarna. Titik lebur etil asetat adalah -83,6oC dan titik didihnya adalah 77,1oC. Etil asetat masuk ke tubuh melalui pernafasan dengan udara terkontaminasi atau juga melalui makanan atau minuman. Etil asetat larut dalam 15 bagian air, dapat bercampur dengan etanol (95%) dan dengan eter (Anonim, 2007).
Referensi
Anonim. 2007. Ester. http://en.wikipedia.org/wiki/Ester
Anonim. 2007. Ethyl Acetate. http://npi.gov.au/database/substance-info/profiles/38.html
Anonim. 2007. Esterification. http://en.wikipedia.org/wiki/esterification
Debbing, D.D. 1987. General Chemistry 2nd edition. Massachusetts: Houghton Miffin Company.
Fessenden, R.J. & J.S. Fessenden. 1990. Kimia Organik. Diterjemahkan oleh A.H. Pudjaatmaka, Ph.D. Jakarta: Erlangga.
Wilcox, F & M.F. Wilcox. 1995. Experimental Organic Chemistry. New Jersey: prentice Hall, Inc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar